Hubungan Filsafat dengan filsafat pendidikan, agama dan kebudayaan.
- Hubungan Filsafat dengan Agama
Menurut Hocking (1946), agama merupakan obat dari kesulitan dan kekhawatiran yang dihadapi manusia, sekurang-kurangnya meringankan manusia dari kesulitan. Banyak yang mengatakan bahwa agama adalah filsafat.
Filsafat dari kebanyakan orang filsafat dan agama mempunyai hubungan yang terkait dan refleksi dengan manusia. Karena keduanya tidak dapat bergerak dan berkembang apabila tidak ada tiga alat dan tenaaga utama yang berada dalam diri manusia. Tiga alat dan tenaga utama manusia adalah pikir,rasa dan keyakinan sehingga manusia dapat mencapai kebahagiaan bagi dirinya. Filsafat dan agama baru dapat di rasakan faedahnya dalam kehidupan manusia apabila merefleksi dalam diri manusia.
Menurut Prof. Nasroen SR ” Filsafat yang sejati haruslah berdasarkan kepada agama. Apabila filsafat tidak berdasarkan kepada agama dan hanya berdasarkan atas akal fikiran saja,maka filsafat tersebut tidak akan memuat kebenaran objektif karena yang memberikan pandangan dan putusan adalah akal pikiran sedangkan kesanggupan akal
pikiran itu terbatas,sehingga filsafat tidak akan sanggup memberi kepuasan bagi manusia terutama dalam tingkat pemahamannya terhadap yang gaib “
Agama merupakan sesuatu yang ada, karena keberadaanya, itulah makanya agama dikatakan pengkajian filsafat.. Pandangan filsafat menurut agama islam tertuang semuanya pada Al-qur’an yang dijadikan sebagai pegangan dan pedoman hidup bagi orang-orang yang beriman. Karena dia yakin bahwa semuanya. Baik hidup, mati, kapan, dan dimanapun ia berada adalah kekuasaan dan kehendak yang maha kuasa yaitu Allah SWT.
Filsafat merupakan pertolongan yang sangat penting pula pengaruhnya terhadap seluruh sikap dan pandangan orang, karena filsafat justru hendak memberikan dasar-dasar yang terdalam mengenai hakikat manusia dan dunia Dimana dapat dikatakan hubungan filsafat dengan agama diantaranya :
setiap orang diharapkan merenung dalam hikmah untuk menjadi proses pendidikan dan usaha-usaha pendidikan suatu bangsa guna mempersiapkan generasi muda dan warga negara agar beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dan menjadi warga negara sadar dan insaf tentang hidup serta mempunyai tauladan yang dapat dijadikan prinsip dan keyakinan.
- Hubungan Filsafat dengan Filsafat Pendidikan
Pandangan filsafat pendidikan sama pernaannya dengan landasan filosofis yang menjiwai seluruk kebijaksanaan pelaksanaan pendidikan. Antara filsafat dan pendidikan
terdapat kaitan yang sangat erat. Filsafat mencoba merumuskan citra tentang manusia dan masyarakat, sedangkan pendidikan berusaha mewujudkan citra tersebut
Ilmu pengetahuan lebih menekankan kepada pengalaman keindahan dari pada penggunaan pemikiran sebagai dari pada pengalaman. Menurut Plato hubungan filsafat dengan filsafat pendidikan adalah :
- Ilmu pengetahuan lahir dari persamaan dan perbedaan filsafat, sedangkan filsafat adalah ibu dan ilmu pendidikan.
- Ilmu pengetahuan lebih bersifat analisis, sedangkan filsafat bersifat sinopsis.
- Ilmu pengetahuan mengemukakan fakta-fakta untuk melukiskan objeknya, sedangkan filsafat selain menekankan pada keadaan sebenarnya dan objek juga bagaimana seharusnya objek itu.
- Ilmu pengetahuan memulai sesuatu dengan memakai asumsi-asumsi sedangkan filsafat memeriksa dan meragukan segala asumsi.
- Ilmu pengetahuan di warnai oleh penggunaan metode eksperimen, terkontrol cara kerjanya, sedangkan filsafat menggunakan ilmu pengetahuan.
Perbedaan filsafat dengan filsafat pendidikan dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Filsafat mempuyai objek lebih luas, sifatnya universal. Sedangkan filsafat pendidikan objeknya terbatas dalam dunia filsafat pendidikan saja
2. Filsafat hendak memberikan pengetahuan/ pendidikan atau pemahaman yang lebih mendalam dan menunjukkan sebab-sebab, tetapi yang tak begitu mendalam
3. Filsafat memberikan sintesis kepada filsafat pendidikan yang khusus, mempersatukan dan mengkoordinasikannya
4. Lapangan filsafat mungkin sama dengan lapangan filsafat pendidikan tetapi sudut pandangannya berlainan
Brubacher (1950) mengemukakan tentang hubungan antara filsafat dengan filsafat pendidikan, dalam hal ini pendidikan : bahwa filsafat tidak hanya melahirkan sains atau pengetahuan baru, melainkan juga melahirkan filsafat pendidikan. Filsafat merupakan kegiatan berpikir manusia yang berusaha untuk mencapai kebijakan dan kearifan. Sedangkan filsafat pendidikan merupakan ilmu yang pada hakekatnya jawab dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam lapangan pendidikan dengan sendirinya filsafat pendidikan ini hakekatnya adalah penerapan dari suatu analisa filosofis terhadap lapangan pendidikan.
3 Hubungan Filsafat dengan Kebudayaan
Pengertian kebudayaan dari beberapa ahli :
1. Taylor, budaya adalah suatu keseluruhan komplek yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat
2. Linton, kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari, dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya.
3. Kotjaraningrat, mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik dari manusia dengan belajar
4. Herkovits, kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia
5. Dr .hendry s. lucas dalam buku “a short history of civilazation menyatakan kebudayaan suatu cara umum bagamana manusia hidup berpikir dan bertindak.
Pada dasar nya kebudayaan adalah semua ciptaan manusia yang berlangsung dalam kehidupan dan dijelaskan bahwa ilmu merupakan unsur kebudayaan. Pendidikan dan kebudayaan adalah suatu hubungan antara proses dengan isi yaitu pendidikan adalah proses pengoperan kebudayaan dalam arti membudayakan manusia fungsi pendidikan adalah mengolah kebudayaan itu menjadi sikap bernilai tingkah laku bahkan menjadi kepribadian anak didik.
Pendidikan tidak hanya proses mengoper kebudayaan. Sebab hubungan pendidikan dengan kebudayaan adalah juga hubungan nilai demokrasi maka prinsip kebebasan self respect individualitas selt realisasi akan selalu di utamakan
Fungsi pendidikan sebagai pengoper kebudayaan mempunyai tujuan yang lebih utama yaitu untuk membina kepribadian manusia agar lebih kreatif dan produktif yakni mampu menciptakan kebudayaan
Pendidikan mempunyai fungsi rangkap untuk kebudayaan :
- Menciptakan yang belum ada melalui pembinaan manusia yang kreatif
- Mengoperkan kebudayaan yang sudah ada kepada generasi demi generasi dalam rangka proses sosialisasi pribadi manusia
Pentingnya kebudayaan untuk mengembangkan suatu pendidikan dalam budaya nasional,mengupayakan, melestarikan dan mengembangkan nilai budaya-budaya dan pranata sosial dalam menunjang proses pengembangan dan pembangunan nasional serta melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Merencanakan kegairahan masyarakat untuk menumbuhkan kreaktivitas ke arah pembaharuan dalam usaha pendidikan yang tanpa kepribadian bangsa.
Manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. Begitu pula manusia hidup dan tergantung apa
kebudayaan sebagai hasil ciptaanya. Kebudayaan memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya. Oleh karena itu, dengan adanya filsafat, kita dapat mengetahui tentang hasil karya manusia yang akan menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap alam lingkungannya. Sehingga kebudayaan memiliki peran :
1. suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya
2. wadah untuk menyalurkan perasan dan kemampuan lain
3. sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4. pembeda manusia dengan binatang
5. petunjuk-petunjuk tentang bagaimana harus bertindak dan berperilaku dalam pergaulan
6. pengaturan agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain
7. sebagai modal dasar pembangunan
Kebudayaan masyarakat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar